2

Ragam Desain Produksi Video

Senin, 30 Agustus 2010.
Masing-masing produk di bawah ini memiliki karakter khusus dan memerlukan perencanaan dan desain produksi yang khas agar dapat dihasilkan produksi video yang baik. Pada artikel-artikel selanjutnya akan dicoba dirumuskan tentang desain produksi masing-masing meliputi tujuan produksi, perumusan aspek komunikasi dan skenario.

1. Desain Video Pra Wedding & Wedding Video
2. Desain Video Profil (Perusahaan/organisasi)
3. Desain Video Training/Tutorial/Pembelajaran
4. Desain Video Video Biografi
5. Desain Video Marketing Produk
6. Desain Video Event : Pameran/Festival/Seminar
7. Desain Video Event : Hiburan Panggung
8. Desain Video Event : Turnamen Olahraga
9. Desain Video Event : Ulang Tahun
10. Desain Video Event : Kelahiran/Akikah

fROM http://captun.net
Leia Mais...
0

Tahap Pra Produksi

Desain Produksi Pada tahap desain produksi ditentukan tujuan produksi, penentuan target-target, penyusunan kru, skeduling proyek, dan sebagainya. Tidak ada rumusan yang benar-benar baku pada tahap desain produksi ini, dan fleksibel tergantung skala proyek produksi. Pada dasarnya, desain produksi ialah tahap pendefinisian proyek sedemikian rupa dalam segala aspeknya sehingga kelak pada akhir proyek dapat menjadi rujukan, apakah proyek produksi yang telah dijalankan telah memenuhi kaidah-kaidah yang telah ditetapkan.
Contoh perumusan desain produksi, pada proyek produksi profil sebuah instansi, klik disini.

Tujuan Produksi

Misalnya, rencana produksi “profil video perusahaan ABCD” dirumuskan tujuan produksinya untuk
Leia Mais...
0

Shooting Video

Dalam menjalankan proyek produksi video, khususnya kegiatan pengambilan gambar atau shooting video, sejumlah hal berikut ini harus dipersiapkan dengan baik : a) desain produksi termasuk skenario, yang bisa menjadi panduan yang baik tentang apa-apa yang harus dikerjakan selama shooting; b) kesiapan kru dalam menjalankan perannya masing-masing; c) kesiapan perlengkapan yang juga merupakan tanggung jawab masing-masing kru.
Berikut ini gambaran sejumlah fungsi produksi (shooting video) suatu proyek home video yang dilakukan oleh suatu tim kecil terdiri dari 3-5 orang, serta kompetensi yang dibutuhkan untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut.

Fungsi Sutradara

Seorang sutradara berusaha menerjemahkan bahasa tulisan pada skenario menjadi bahasa visual video. Dalam upayanya itu, tergantung jenis produksi video yang dikerjakannya, ia bisa berurusan dengan
Leia Mais...
0

Tips untuk Kameramen

1. Gambar goyang
 
Gambar yang goyang umumnya tidak dikehendaki dan bisa memusingkan pemirsa. Gambar semacam ini dihasilkan dari shooting video dengan pegangan tangan pada kamera (grip) yang salah dan belum bagusnya pengaturan nafas.  Solusi 1 : gunakan triphod yang kokoh saat shooting video. Pelajari cara penyetelan triphod – termasuk rodanya jika perlu – agar Anda tetap bisa bergerak dinamis mengikuti keperluan pengambilan gambar; 2) jika Anda memegang kamera dengan tangan maka ikuti tips berikut ini : a) sandarkan tubuh pada sesuatu yang kokoh, rapatkan pegangan kamera ke tubuh lalu atur nafas dengan baik; b) lebih baik lagi jika menyandarkan kamera pada sesuatu yang kokoh misalnya meja;

2. Terlalu banyak zoom

Gambar zoom tidak baik karena detil obyek sulit tertangkap, fokus menjadi sulit disesuaikan (entah manual
Leia Mais...
0

Tahap Paska Produksi

Setelah shooting video dilaksanakan, tahapan berikutnya ialah Paska Produksi yang komponen pekerjaan utamanya ialah editing video. Berikut ini sejumlah fungsi dalam tahapan ini :

Fungsi Editing Video

Fungsi editing video mencakup capture video, editing, dan outputting. Pada capture video, hasil video shooting yang masih dalam bentuk tape ditransfer ke dalam bentuk file komputer melalui proses video capture. Meskipun mungkin diketahui bahwa banyak hasil shooting yang tidak sesuai dengan tuntutan skenario (misalnya karena adegan gagal, atau tes shooting),  adalah kelaziman untuk meng-capture dulu semua hasil rekaman ke komputer untuk di-edit kemudian. Di proses editing video inilah dilakukan pemotongan, pemilihan dan penyusunan ulang gambar, agar sesuai dengan tuntutan skenario. Setelah dilengkapi dengan pekerjaan sound, animasi, visual efek dsb dan dianggap selesai, proses editing pun diakhiri dengan outputting, yaitu ekspor ke format file tertentu yang diinginkan untuk proses selanjutnya.
Leia Mais...
0

Susunan Kru Produksi

Ketika sebuah film Hollywood usai, maka antri lah ratusan nama yang terlibat dalam produksi film tersebut mulai dari pemeran, produser, sutradara, kameramen, penulis naskah, editor film, penata artistik, penata kostum, make up artist, penata musik, penata cahaya, visual efek artist, stunt man, dst. Pada produksi home video, semua urusan tersebut juga idealnya diperhatikan meski dengan segala keterbatasannya. Sebuah studio syuting yang biasa mengerjakan liputan acara (wedding misalnya), biasanya minimal terdiri dari 2 unsur kerja, yaitu kameramen dan editor. Kedua person inilah yang dalam pekerjaannya masing-masing, mengambil banyak peran yang pada commercial film making dikerjakan oleh orang-orang khusus di bidang kompetensinya masing-masing. Sedangkan untuk keperluan dokumentasi kantor atau rumahan, mungkin pula kameramen dan editor itu dirangkap pula oleh satu orang, menjadikannya single fighter. Ini wajar saja terjadi, namun yang tetap harus diingat ialah, bahwa sejumlah unsur pekerjaan yang telah disebutkan di atas sebenarnya saling terkait dan saling menunjang dalam terciptanya proses produksi yang efektif, efisien, dalam rangka menghasilkan karya yang baik. Dengan kata lain, meskipun tak ada tenaga kerja khusus yang
Leia Mais...
0

Ragam Produksi Film/Video

Film Indie

Istilah film indie berasal dari Amerika, bagi film yang diproduksi bukan oleh studio-studio besar seperti 20th Century Fox, Warner Bros, Paramount, Columbia dan Universal. Praktek produksi film beserta akses-aksesnya yang cenderung dimonopoli oleh studio besar menyebabkan lahirnya studio-studio kecil yang memproduksi film sendiri. Kini istilah film indie telah mengalami perluasan makna, dan mencakup konsep baru yang antara lain mencakup “film ber-bujet rendah dengan peralatan yang terbatas, dikerjakan oleh tim sendiri tanpa outsourcing, tidak berorientasi komersial.” Film ini dapat berbentuk film cerita, film dokumenter ataupun genre lainnya, mengedepankan unsur kemandirian dan kebebasan berkarya dalam format audio-visual.

Video Liputan Acara

Leia Mais...
0

VCD/DVD Software

dvdMovieFactoryDVD MovieFactory : ialah aplikasi produksi DVD-authoring dan burning dari Corel, termasuk program yang paling populer dalam kategorinya karena kemudahan penggunaannya, dilengkapi dengan fungsi editing dasar.



sonyDVDArchDVD Architect Studio : ialah aplikasi DVD-authoring dan burning dari Sony, juga populer karena kemudahannya, dilengkapi dengan tutorial interaktif penggunaannya.
Leia Mais...
0

Encoding Video MPEG2 DVD

Analog dengan MPEG1 VCD Encoding, maka MPEG2 DVD Encoding ialah proses meng-kode (encode) video menjadi format standar yang diperlukan bagi pembuatan DVD. Di sejumlah program editing video, proses ini dapat menjadi pilihan pada saat melakukan output (rendering). Disana mungkin pula ada pilihan untuk ekspor ke format MPEG2 yang belum tentu kompatibel untuk proses selanjutnya dalam rangka produksi DVD, dimana mungkin terdapat setting untuk menentukan resolusi gambar dan bitrate dari output video yang akan dihasilkan. Pastikan bahwa pilihan yang diambil ialah MPEG2 DVD yang dapat berupa format PAL atau NTSC, dengan ukuran resolusinya yang berbeda.
adobeEncoding_dvdPAL
Leia Mais...
0

Encoding Video MPEG1 VCD

Awalnya, video disimpan dalam bentuk sinyal analog pada pita magnetik. Seiring perkembangan teknologi yang serba digital, video kemudian dikode sebagai sinyal digital berupa file komputer. Tantangan yang senantiasa dihadapi para ahli ialah bagaimana menyimpan video ini dalam ukuran file yang sekecil mungkin tapi dengan kualitas gambar yang sebaik mungkin.  Ukuran minimal ini tentu saja diperlukan untuk menghemat tempat penyimpanan dan memudahkan distribusi, termasuk via internet dan media optik seperti cd/dvd yang memiliki kapasitas standar yang terbatas. Untuk itu suatu file video di-kode (encode) berdasarkan algoritma matematika tertentu menjadi suatu format baru yang ukurannya lebih kecil, untuk tugas ini algoritma tersebut berfungsi sebagai “video compressor”. Pada saat yang sama algoritma tersebut berperan untuk dapat membaca file video yang telah di-kompress tersebut, memainkan fungsi “decompressor”. Demikianlah algoritma ini disebut dengan “video codec”, yaitu singkatan dari “video compressor & decompressor”.
Leia Mais...
0

DVD Burning

Berikut ini diberikan sejumlah gambar ilustrasi proses burning menggunakan aplikasi Nero Express yang merupakan bagian dari Nero Software Suite Versi 7. dvdBurning_1loading

Gambar 13 : Loading aplikasi Nero StartSmart. Di bagian tengah atas terdapat menu pull down, pilih DVD. Di bagian kiri terdapat panel yang menyediakan pilihan sejumlah banyak aplikasi Nero, disana dipilih Nero
Leia Mais...
0

VCD Burning

Berikut ini diberikan sejumlah gambar ilustrasi proses burning menggunakan aplikasi Nero Express yang merupakan bagian dari Nero Software Suite Versi 7. Yang harus paling diperhatikan pada saat proses burning ialah burning speed yang idealnya ialah pada kecepatan penulisan yang paling lambat pada pilihan yang tersedia. Hal ini sudah menjadi rumusan untuk mengurangi resiko terjadinya kesalahan penulisan. vcdBurning_1loading
Gambar 04 : Setelah mengeksekusi program, Nero StartSmart pun tampil di desktop. Karena yang akan
Leia Mais...
0

Burning VCD & DVD

Proses burning ialah pemasukkan data yang telah disiapkan ke CD/DVD kosong (blank). Proses ini kadang disebut sebagai “writing” atau “recording”, sementara istilah burning memang mengacu kepada hal teknis dimana keping CD/DVD tersebut memang “dibakar” dengan penembakan sinar bersuhu tinggi tertentu. Beberapa hal yang mesti disiapkan dan diperhatikan dalam proses ini ialah penyiapan file-file yang akan diburning, ketersediaan cd/dvd recorder dan aplikasi cd burning-nya, ketersediaan cd/dvd blank yang bagus dan cukup jumlahnya, dan setting proses cd-burning. Penyiapan File
Mengasumsikan proses ini sebagai kelanjutan proses terdahulu yang telah dijelaskan sebelumnya, maka sudah tersedia sekumpulan file untuk kedua proyek burning yang akan dilakukan, masing-masing file untuk burning VCD dan burning DVD. Untuk proyek burning VCD ialah file yang telah dihasilkan pada proses MPEG1 Encoding, sedangkan untuk proyek burning DVD, gambar ilustrasi yang akan diberikan disini berasal dari
Leia Mais...
0

Deskripsi Kerja Editing Video

Editing video ialah kegiatan memilih, menyusun ulang, dan memanipulasi klip video untuk membuat rangkaian video yang memenuhi tujuan pembuatannya, misalnya untuk menceritakan sesuatu atau menyampaikan pesan (catatan : bahkan sebuah video dokumentasi keluarga atau video karya seni abstrak sebenarnya dapat dianggap memiliki pesan untuk disampaikan kepada pemirsa). Idealnya kegiatan editing video ini dilakukan dengan mengacu kepada dokumen tertentu berupa naskah skenario. Secara teknis, selengkap kegiatan editing video ini mencakup sejumlah tugas :
1) Menambah, memotong, menyusun ulang klip video/audio; 2) Memberi filter, efek dan manipulasi grafis lain untuk meningkatkan tampilan; 3) Memberi transisi antar klip-klip video; 4) Olah suara, baik suara asli hasil video shooting maupun suara-suara tambahan termasuk sound effect yang ditambahkan kemudian; 5) Koreksi warna dan 6) Membuat titel, yaitu informasi teks tentang materi video tersebut.
Pada dasarnya, intensitas tertinggi kegiatan editing video terletak pada usaha untuk menghapus
Leia Mais...
0

Capture Video

Setelah sistem editing dipersiapkan dengan benar dan telah terjadi koneksi, kita bisa memulai proses transfer dari player video ke hard disk komputer. Prosesnya berlangsung seperti berikut ini :
  1. Dalam keadaan sudah terhubung dan mungkin telah terjadi deteksi otomatis yang menampilkan tawaran meng-capture dan meng-edit video menggunakan software tertentu, maka jalankan software tersebut.
  2. Bagaimana cara kerja tiap software bisa jadi amat khas tergantung software tersebut, tapi secara umum kita dapat mencari menu capture pada software tersebut yang akan mengantar kita pada suatu window khusus untuk proses capture ini. Untuk memberikan ilustrasi lebih jelas, berikut ini akan ditampilkan contoh proses capture menggunakan software Adobe Premiere Pro.
  3. Pada Premire Pro, kita pilih menu File > Capture (F5) sehingga tampil  capture window.
  4. Tekan tombol Play pada player video (atau bisa juga dengan menu yang ada pada capture window). Jika segalanya memang telah berjalan sebagaimana mestinya, kita bisa mengharapkan gambar video dari player video tampil pada capture window ini.


Leia Mais...
0

Setup Peralatan untuk Editing Video

Sejumlah peralatan berikut ini harus dipersiapkan untuk membuat sistem editing video :
  1. Perangkat sumber video sebagai player kaset video, ini dapat berupa VCR, camcorder, atau player khusus yang dirancang khusus untuk kebutuhan tersebut.
  2. Satu unit komputer dengan spek tertentu tergantung software yang digunakan untuk editing video. Software yang sederhana memerlukan komputer dengan spesifikasi yang relatif minimal, sementara software editing video profesional mempersyaratkan komputer berkinerja tinggi agar software tersebut dapat berjalan dengan baik. Secara umum memang kita dapat mengharapkan kelancaran program dan kecepatan proses editing seiring dengan makin tingginya spesifikasi komputer yang digunakan, terutama dalam komponen prosesor, besar memori RAM, dan kapasitas hard disk.
  3. Peralatan capture video. Untuk dapat meng-capture video dari sumber analog (seperti kaset VHS dan Video8), kita memerlukan peralatan yang dapat mengkonversi kaset analog tersebut ke format digital. Ini dapat berupa peralatan tambahan khusus yang kemudian ditancapkan ke slot khusus di motherboard komputer, disebut dengan video capture card.  Pada masa tahun-tahun terakhir ini kaset analog sudah jarang dipakai dan berganti dengan kaset digital (Video8 digital, atau MiniDV), maka peralatan capture yang kita butuhkan ialah IEEE-1394 Card atau yang lebih dikenal dengan istilah firewire. Port USB yang sudah amat lazim tersedia pada komputer juga bisa digunakan tapi resolusi gambar yang dihasilkannya kurang cocok untuk proyek DV editing video yang lazim digunakan.
  4. Kabel dan jack penghubung yang menghubungkan player dan komputer (yang sudah dilengkapi dengan perangkat capture video). Untuk diingat bahwa untuk beberapa kasus mungkin terjadi bahwa jack-nya tidak cocok sehingga masih memerlukan konektor penyesuai (adapter), baik firewire adapter atau USB adapter.
  5. Software untuk meng-capture, meng-edit, dan menghasilkan output video.
Banyak jenis produk dan merk yang tersedia di pasaran baik software maupun hardware, yang dapat membuat kita bingung dalam menentukan pilihan produk mana yang akan dibeli untuk dipakai. Saran sederhana : pertimbangkan sejumlah ulasan yang bisa Anda temukan di sejumlah sumber (majalah komputer, suratkabar, situs internet), lalu temukan sumber penjual hardware yang bisa Anda percayai, lalu silakan bertanya dan berdiskusi dengannya tentang kebutuhan khusus Anda dalam soal editing video ini.

Menghubungkan Player Video dengan Komputer

Dianggap Anda telah mempersiapkan semua peralatan seperti dijelaskan di atas. Kini Anda dapat menghubungkan player video dengan komputer. Ini dapat berarti salahsatu dari sejumlah alternatif berikut ini :
- Sebuah VCR (sebagai player kaset analog) dihubungkan ke komputer yang memiliki port Audio Video yang bersesuaian.
- Sebuah camcorder tipe analog (sebagai player) dihubungkan ke komputer serupa dengan kondisi di atas.
- Sebuah VCR atau camcorder tipe digital (yang dengan demikian memiliki port firewire atau USB) dihubungkan dengan komputer yang juga memiliki port firewire/USB.
Hidupkan kedua peralatan yang terhubung tersebut, yaitu player video dan unit komputer. Jika koneksi player dengan komputer ini berjalan baik, komputer biasanya akan melakukan deteksi otomatis disertai pemunculan suara lembut (ding). Tergantung sistem operasi yang digunakan, kita juga dapat mengharapkan tampilnya pop-up berupa pilihan menu untuk tindakan selanjutnya, salahsatunya ialah tawaran untuk meng-capture lalu meng-edit video menggunakan software tertentu yang sudah ter-install di sistem komputer kita.

fROM http://captun.net
Leia Mais...
0

Editing Video

Capture video ialah salah satu cara untuk mengumpulkan bahan-bahan dalam suatu proyek editing video. Kita mungkin perlu material lain seperti klip video lain (yang sudah dalam bentuk file video di hard disk komputer), file sound untuk ilustrasi musik, elemen grafis, klip animasi, dan lain-lain. Adalah kebiasaan yang baik untuk mengawali suatu proyek editing video dengan persiapan manajemen file. Di komputer kita, misalnya di partisi D, kita membuat folder baru (misalnya dengan nama “Proyek Wedding Video Romi dan Juli”) lalu didalamnya kita membuat sejumlah subfolder lagi untuk menyimpan sejumlah file, baik untuk input proses editing maupun untuk outputnya kelak. Beberapa folder yang penting misalnya “file capture”, “images”, “animasi”, “sound”, “supporting files”, “render”, yang berfungsi menyimpan file-file sesuai yang tergambar dari namanya masing-masing.
Leia Mais...
0

Video Output

Ketika kita telah menyelesaikan pekerjaan editing video dan sudah yakin bahwa semuanya telah dikerjakan dengan baik, maka selanjutnya kita siap melakukan proses output video melalui suatu proses yang disebut dengan rendering. Banyak pilihan format output video yang kita miliki, dan pilihan kita tergantung pada media penyimpanan (atau distribusi) yang semula kita rencanakan yang sudah harus ditentukan ketika kita memulai suatu proyek editing video. Di bawah ini ialah setting project yang paling lazim digunakan, dengan mentargetkan vcd/dvd sebagai media penyimpanan dan distribusi :
Project Setting : Editing Mode DV PAL Standard 48kHz, timebase 25 fps, ukuran frame 720h 576v, pixel aspect ratio : 1.067, audio sample rate : 48.000 Hz
Leia Mais...
0

Software Editing Video

Software editing video yang tersedia di pasaran amat banyak jumlahnya, mulai dari yang gratis dengan kemampuan terbatas (seperti Movie Maker yang merupakan aplikasi standar pelengkap Windows) hingga yang berharga mahal tapi kaya fitur. Sejumlah peralatan video capture atau kamera video menyertakan bonus software editing tersendiri, kadang berupa suatu versi yang memiliki fitur terbatas dibandingkan paket profesionalnya.
Untuk memutuskan software mana yang akan digunakan, sejumlah hal berikut ini perlu menjadi bahan pertimbangan :
1. Untuk tahap awal, ada baiknya Anda menggunakan software murah (atau bahkan free). Software ini pasti memiliki fitur yang amat terbatas, namun pada saat yang sama dapat mendorong Anda agar berkonsentrasi untuk melakukan 3 jenis pekerjaan utama pada editing, yaitu memotong, memilih, dan merangkai ulang
Leia Mais...
0

Pengenalan Adobe premiere 1.5

Selasa, 24 Agustus 2010.
Sebelumnya Pastikan bahwa Adobe Premiere Pro sudah terinstall, Sekarang Kita mulai dengan membuka Adobe Premiere Pro Klik Start > Program > Adobe > Adobe Premiere Pro, premiere akan menanyakan kepada kita apakah kita akan membuka file yang telah ada, atau membuat file baru, untuk latihan ini tetntu saja kita akan membuat file baru.


Leia Mais...
 
Wahyu Afandi © Copyright 2010 | Design By Gothic Darkness |